Mengenal Sindrom Stevens-Johnson

Ada yang tahu Sindrom Stevens-Johnson? Penyakit ini memang cukup jarang terjadi di Indonesia sehingga tak banyak orang yang tahu. Akan tetapi, penyakit langka ini mesti diwaspadai karena bisa menyebabkan kematian bagi penderitanya jika tak segera mendapatkan penanganan medis. Sindrom Stevens-Johnson sendiri merupakan suatu kondisi di mana kulit penderitanya tumbuh bintil-bintil berisi air seperti cacar yang gatal & sakit, kemudian melepuh hingga akhirnya mengelupas. Apa penyebabnya? Bagaimana gejalanya? Adakah komplikasi yang ditimbulkan? Bagaimana penanganannya? Temukan jawabannya di bawah ini.

Penyebab

Sindrom ini muncul sebagai reaksi hipersensitif terhadap obat yang dikonsumsi. Jenis obat yang berpotensi memicu Sindrom Stevens-Johnson yakni obat antibiotik, anti inflamasi, anti kejang, dsb. Atas dasar ini, hendaknya tidak asal mengkonsumsi obat warung, apotek, atau supermarket ketika terserang masalah kesehatan. Obat-obat yang dijual secara bebas tanpa resep dokter biasanya hanya sekedar mengurangi gejala yang timbul tapi tidak menyembuhkan sampai ke akarnya dan tak kalah mengerikannya bisa menimbulkan reaksi yang berlebihan jika tidak cocok. Alangkah lebih baiknya jika mengkonsultasikan masalah kesehatan kepada dokter tentunya yang bersertifikat dan sudah berpengalaman di bidangnya agar tidak salah mendiagnosa & memberikan obat.

Gejala

Bagaimana seseorang dapat diketahui mengidap Sindrom Stevens-Johnson? Sindrom ini bisa diketahui sedari dini dengan melihat gejala-gejala seperti berikut ini:

  • Demam terus-menerus
  • Mulut, mata, hidung, telinga, hingga alat kelamin melepuh
  • Sulit menelan minuman atau makanan
  • Sering merasa sesak napas
  • Muncul bintil-bintil yang berisikan air pada kulit seperti cacar
  • Nyeri pada kulit hingga mengalami pengelupasan
  • Sulit membuka mata hingga mulutnya

Ketika mengalami kondisi demikian, hendaknya segera memeriksakan diri ke dokter. Kalau memang positif menderita Sindrom Stevens-Johnson, bisa segera mendapatkan penanganan medis sehingga dapat meningkatkan peluang kesembuhan.

Komplikasi

Ketika sindrom ini dibiarkan terlalu lama tanpa ada penanganan medis yang intensif, akan sebabkan beberapa komplikasi seperti berikut:

  • Sepsis. Sepsis adalah penyakit yang dapat mengancam nyawa yang disebabkan oleh infeksi virus dan bakteri.
  • Masalah pada mata. Sindrom Stevens-Johnson bisa menyebabkan iritasi mata untuk kasus ringan, sedangkan gangguan penglihatan hingga kebuataan untuk kasus berat.
  • Selulitis. Selulitis adalah infeksi bakteri yang menyebabkan kulit terlihat kemerahan, bengkak, hingga sakit.

Penanganan

Untuk menangani sindrom ini, dokter akan memberikan obat antialergi, antinyeri, kortikosteroid, dll. Untuk menunjang terapi obat tsb, penggantian cairan tubuh yang hilang dengan infus, perawatan mata, hingga perawatan luka akan dilakukan. Peluang kesembuhan akan tinggi ketika Sindrom Stevens-Johnson segera mendapatkan perawatan yang intensif. Maka dari itu, sangat penting untuk mengetahui gejala-gejala awal dari sindrom ini supaya bisa segera melakukan pengobatan guna meningkatkan harapan sembuh.

Itulah beberapa hal mengenai Sindrom Stevens-Johnson, penyakit langka yang berbahaya. Sebaiknya perlu waspada jika ada riwayat keluarga yang pernah mengidap penyakit ini serta punya sistem imun tubuh yang lemah karena potensi terserang akan lebih besar. Untuk meminimalisirnya, hati-hati konsumsi obat bebas tanpa resep dokter, cari dokter yang sudah bersertifikasi & berpengalaman, tingkatkan kekebalan tubuh, dan tentunya rutin medical check-up antara 6 hingga 1 tahun sekali.

Leave a Reply

Your email address will not be published.